بسم الله الرحمن الرحيم

Jumat, 06 Januari 2012

Bolehnya Cerita Fiksi

Sumber: http://ustadzaris.com/bolehnya-cerita-fiksi

والسؤال الثاني : عن حكم كتابة القصص الخيالية الإسلامية ؟

Pertanyaan, “Apa hukum cerita fiksi islami?”

أما بالنسبة للسؤال الثاني : فالظاهر أن القصة إذا كانت متخيلة لأشخاص متخيلين بأحداث متخيلة فهي جائزة، مادام أن الشخص يقصد تقريب المعاني الشرعية، وتقريرها.

Jawaban Syaikh Dr Muhammad Bazmul,
“Yang tepat kisah fiksi itu diperankan oleh tokoh-tokoh fiktif dalam rangkaian peristiwa yang juga fiktif hukumnya boleh jika penulis cerita fiksi bermaksud untuk menyampaikan dan memahamkan kepada pembaca pesan-pesan yang sejalan dengan syariat.

والأفضل لهذا الذي رزقه الله موهبة الكتابة القصصية أن يقتصر على ما ورد في القرآن العظيم والسنة النبوية، فهذه أحسن القصص، ومعاني الشرع فيها متقررة على أتم وجه، بلا محظور.

Namun yang terbaik bagi orang yang Allah beri bakat untuk menulis kisah adalah mencukupkan diri dengan kisah yang terdapat dalam al Qur’an dan sunnah Nabi. Itulah sebaik-baik kisah dan nilai-nilai yang yang ada di dalamnya juga disampaikan dengan demikian sempurna tanpa ada hal terlarang di dalamnya”.

       

Note: Index komentar disini sudah diedit oleh Mimin untuk hanya menampilkan komentar-komentar yang ada balasannya dari Ustadz Aris Hafizhahullah

Januari 15, 2011 at 9:27 AM didi berkata:
Assalamualaikum,,,
Sebenarnya mudah saja kita bersikap dalam hal ini,,, Siapa kah kaum yang terbaik? jawabannya pastilah sahabat,,,kenapa sahabat adalah yang terbaik karena sahabat dididik oleh manusia terbaik,,,lalu apakah pernah Rasul mendidik mereka dengan cerita fiksi???tolong jawab ya ustadz ,,,


Januari 15, 2011 at 12:41 PM ustadzaris berkata:
#didi
Tolong baca QS al Kahfi:32-44.
Kisah yang ada dalam ayat-ayat di atas menurut sebagian pakar tafsir adalah kisah fiktif, baca Tafsir Surat al Kahfi karya Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin hal 76-77 terbitan Dar Ibnul Jauzi Damam KSA, cet pertama 1423 H.
Jadi, saya sarankan anda untuk tidak gegabah dalam berbicara.


Januari 16, 2011 at 2:09 PM andi berkata:
mohon ustadz menjelaskan tafsiran dalam Q.S Al Kahfi :32 – 44. Supaya kami tidak salah interpretasi


Januari 16, 2011 at 2:23 PM ustadzaris berkata:
#Anda
Silahkan baca tafsir Ibnu Utsaimin untuk ayat-ayat tersebut


Juli 1, 2011 at 10:33 AM aryan berkata:
Jadi yang dimaksud Syaikh Dr Muhammad Bazmul “hukumnya boleh jika penulis cerita fiksi bermaksud untuk menyampaikan dan memahamkan kepada pembaca pesan-pesan yang sejalan dengan syariat.” adalah seperti memberi CONTOH atau KIASAN agar lebih mudah dimengerti maksud yang akan disampaikan.
Mudah-mudahan kita dimudahkan ilmu..


Juli 1, 2011 at 10:01 PM ustadzaris berkata:
#aryan
Menjelaskan sesuatu yang sudah jelas itu sangatlah sulit.


September 9, 2011 at 4:38 PM anasovia berkata:
afwan ustadz, sekedar memberi contoh,
misalnya seorang ustadz memberi fatwa tentang faro’idh, dengan cerita fiktif,”Misalnya ada seorang ibu bernama Siti, beliau meninggal dan meninggalkan 2 putra dan 1 putri.” sementara kisah ini sebenarnya tidak ada. Apakah yang dimaksud fiksi itu yang semacam ini? Atau yang lebih luas lingkupnya seperti novel atau cerpen islamy yang ada di majalah2 atau buku2?
Berarti kisah2 NOVEL ISLAMI, CERPEN ISLAMI yang kerap diterbitkan oleh orang2 haroki, itu boleh atau tidak?
Jazakumullah khairan


September 11, 2011 at 10:12 PM ustadzaris berkata:
#ana
Kalo memenuhi syarat yang disebutkan dalam tulisan di atas, hukumnya boleh.